inggu ke 4 Setelah Trinitatis
Tema : Tuhan Kekuatan di Tengah Pergumulan
Habakuk 3: 14-19

Ayat al Kitab lainnya

newsflash

GEREJA
RESORT
DISTRIK

Sejarah

SEJARAH SINGKAT GEREJA PUNGUAN KRISTEN BATAK(GPKB)

Pada hari minggu tanggal 10 Juli 1927, tepat jam 10.00 Wib  pagi kebaktian pertama Punguan Kristen Batak dimulai dengan dihadiri oleh 13 (tiga belas) jemaat.Kebaktian mengambil tempat di Loge Gebouw,sekarang merupakan gedung kimia farma yang terletak di Vrijmetselaarsweg (jalan Budi Utomo).Punguan Kristen batak inimerupakan pemisahan dari “Bataksche Christelljke Gemeente”(BCG) yang pada tahun 1927 didirikan oleh sekelompok orang batak yang prihatin terhadap sikap sebagian pemuda dan keluarga Batak yang malas menghadiri kebaktian hari minggu dengan alasan tidak dapat menikmati “Parmingguan”karena alas an kurang memahami bahasa melayu tinggi apalagi bahasa Belanda.

Untuk itulah maka B.C.G didirikan.Selah sekian tahun berjalan dengan baik,tahun 1926 Reinsche Zending (RZ) dari tanah batak mendapat kesempatan menengahi ketidak sepakatan di dalam organisasi BCG.Campur tangan ini ditolak oleh sebagian besar jemaat terutama keikutsetaan zendingconsul (Utusan pemerintah Hindia Belanda).Perbedaan prinsip diantara anggota BCG ini yang menbuat anggota yang tidak setujuh dengan campur tangan RZ dan pemerintah terhadap urusan rumag tangga BCG membuat mereka mendirikan Punguan Kristen batak .

Untuk menperkuat keberadaannya sebagai sebuah Gereja dan badan hukum,maka segera diusahakan permohonan pengakuan pemerintah terhadap Punguan Kristen Batak,yang disahklan melalui Besult No 20 tahun 1933 sebagai gereja.

Hal yang mendorong terjadinya pemisahan PKB dari BCG adalah prinsip “Manjungjung Baringin na”,sikap merdeka dari pengaruh dan ikut campur tangan gereja lain maupun pemerintah terhadap kehidupan rumah tangga PKB.

Kebaktian dihari minggu berikutnya memperlihatkan adanya penambahan anggota yang memilih PKB sebagai tempat beribadah.Sikap merdeka yang dianut PKB tidak menutup keterbukaanya untuk mengadakan kerjasama dengan gereja lain di Batavia (Ber-oikumene).

Tahun 1936 Bataksche Protestants Gemeente (BPG) di palembang yang sudah berdiri sejak 13 Desember 1928,mengabungkan diri dengan PKB Batavia,yang kemudian di kenal sebagai PKB Menteng.Meskipun telah menyatu,masing masing jemaat tetap mempertahankan sikap manjunjung baringin na dalam hal urusan rumah tangga masing masing,yang berarti masing masing mengurus dan bertanggung jawab terhadap punguannya sendiri.Gereja Batavia tidak boleh mencampuri rumah tangga PKB Palembang.Perkembangan PKB mulai dari Jakarta melalui Hofdbestuur nya melebar ke Sumatera,setelah ke palembang lalu ke padang sidempuan dengan membawah ide kemampuan untuk berdiri diatas kaki sendiri.

Gerakan kembali ke Tanah Batak ini ternyata memenuhi keinginan banyak orang Batak Kristen yang pada saat itu merindukan terlepas dari pengaruh asing;suatu kondisi yang merasuk yang sedang merasuk jiwa dan pemikiran orang Indonesia pada umumnya dan orang Batak khususnya .

Dari Padang sidempuan,PKB menyebar kearah utara,mulai dari Pahae,Tarutung,Siborong_borong bahkan sampai ke Sumatera Timur.Antara tahun 1940 sampai tahun 1954 ada (20)jemaat yang berdiri di Tanah Batak dan Sumatera Timur sedangkan di Jakarta PKB baru mulai tahun 1954 mulai mendirikan cabang di beberapa bagian Wilayah Jakarta yang luas ini.

Organisasi PKB sejak semula telah membagi tugas antara urusan kerohanian dan urusan penyelenggaraan urusan ke-rumah tanggaan sebagai pendukung tugas kerohanian,yaitu dengan membentuk :

  • Kerkeraad (Majelis Gereja)yang terdiri atas :
    1. Pendeta sebagai gembala jemaat
    2. Sintua:a.sintua bertugas membantu pelayanan kerohanian

Diakon,bertugas melayani urusan social bagi Jemaat Sumatera baru kemudian di Jakarta,maka peran Hoofd Bestuur yang tadinya merupakan pengurus PKB Batavia berubah menjadi pengurus dalam arti kordinatur seluruh Jemaat PKB,dan kemudian membentuk Sinode yang asli ke-pengurusannya terdiri atas:

  1. Voorzitter(Ketua)
  2. Sekretaris
  3. Penningmeester(Bendahara)
  4. Anggota
  5. Pendeta Consulent

Jakarta menjadi sub-Bestuur (semacam Distrik sekarang).Sementara itu PKB Jakarta dalam kondisi Indonesia yang belum stabil penghidupan hampir semua orang,dan tanpa kehadiran Pendeta Benyamin Hutabarat yang meninggal pada tahun 1947,berusaha untuktetap bertahan hidup.Bahkan usaha untuk memperoleh gedung gereja yang permanent.Usaha itu baru berhasil diwujudkan pada tahun 1955,dimana dalam kondisi ekonomi yang tidak baik,secara bergotong-royong membeli “Restaurant Terry”di jalan jawa (sekarang jalan H.O.SCokroaminoto)nomor 96 dan merubahnya menjadi gedung Gereja.Setelah sejumlah gereja PKB bertambah,maka gereja PKB Batavia/Jakarta disebut sebagai PKB Menteng.

GPKB menganut sistem Sinodal dengan aliran Lutheran

GPKB masuk anggota lembaga oikoumenis dalam dan luar negeri yaitu:

  1. Persekutuan gereja-gereja di Indonesia (PGI)
  2. Center for Disaster Risk Manajemen & Community Development Study (CRDM & CDS) University HKBP Nommensen Medan
  3. STT sunderman BNKP Nias
  4. Lutheran World Federation (LWF)
  5. Church Counsil of Asia (CCA)
  6. World Council of Church (WCC)
  7. Vereigte Evangelische Mission (VEM) sekarang dikenal dengan United Evangelical Mission (UEM)

Daerah pelayanan GPKB di Indonesia adalah

  1. Provinsi DKI Jakarta
  2. Provinsi Sumatera Selatan
  3. Provinsi Sumatera Utara dan Batam

Kantor pusat GPKB beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto no.96 Menteng Jakarta Pusat

VISI DAN MISI GPKB 2016-2021

Visi GPKB 2016-2021

Kuat dalam persekutuan, terbuka terhadap perubahan, sejahtera dan handal

Misi GPKB 2016-2021

  1. Sinergitas pelayanan dari Jemaat ke pusat serta sebaliknya
  2. Keseragaman Tata ibadah
  3. Komunikasi aktif antar lembaga koma majelis dan Jemaat
  4. Penguatan pemahaman para pelayan gpkb
  5. Menjalin kerjasama dengan lembaga lain
  6. Menjadi berkat bagi masyarakat bangsa dan negara
  7. Menciptakan usaha-usaha di perkotaan dan pedesaan
  8. Menjadikan pelayan yang sejahtera
  9. Saling mendukung antar gereja dan antar Jemaat

MOTTO GPKB 2016-2021

Kasih dalam perbuatan

Holong na Marpambahenan

 

popular post

pengunjung

Pengunjung online : 0

Pengunjung hari ini : 1

Pengunjung kemarin : 6

Total Pengunjung : 2882

ban11

catatan

Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.